Aku Tunggu Kamu

Kamu percaya cinta akan datang karena terbiasa?

Atau cinta pada pandangan pertama? Atau cinta sejati? Atau mungkin cinta sampai mati?
Buatku semua sama, bertemakan cinta. Penuh merah muda. Dan bentuk hati semua.
Yag membedakan hanyalah dua insan yag ada di dalamnya.

Apa mereka bisa bertemu dengan cintanya, kemudian bersama, dan berbicara cinta sejati sampai mati?
Semua tergantung seberapa kuat tempurung mereka menyatu.
Berada dalam satu tempat yg sempit yg mereka sebut hati tidak semudah corat-coret kanvas putih.
Butuh komunikasi untuk tidak saling menginjak apalagi sampai melukai.
Tak boleh ada satu orang lagi jika mereka tak mau saling bergeser.
Mereka harus hadapi kuatnya ombak pantai berdua. Ya, berdua. Hanya berdua.
Memang bisa tempurung hanya berenang dengan satu kaki? Dia bukan akrobatik.
Mereka harus berjalan dengan tujuan yg sama walau aku tau kaki tak mungkin melangkah langsung dua-dua, tapi mereka harus saling menyusul.
Kamu ingin mengisi ruang di tempurungku?
Sudah aku bersihkan dari pasir pantai, kamu mau aku jemput?
Tapi tunggu, aku hanya punya satu kaki dan kau pun sama, jadi kita tak mungkin saling menghampiri. Bagaimana kalau aku tunggu di tempat indah nanti, di sebuah karang yg keras di pinggir pantai. Hanya kita dan masa depan kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s